Momentum Harganas Kaltim 2026, Sri Juniarsih Tegaskan Peran Ayah dan Ibu Harus Seimbang dalam Membangun Keluarga Tangguh
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas bersama Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur, Sunarto meninjau sejumlah Puskesmas dalam rangkaian kegiatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Kaltim 2026, Rabu (22/7/2026). Foto : sep/fn
POSKOTAKALTIMNEWS,
BERAU : Kabupaten Berau tak hanya bersiap menjadi
tuan rumah Hari Keluarga Nasional (Harganas) tingkat Provinsi Kalimantan Timur
2026. Lebih dari itu, momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen
membangun keluarga yang tangguh sebagai fondasi utama mencetak generasi unggul
menuju Indonesia Emas.
Komitmen itu
ditunjukkan langsung oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, yang meninjau
pelayanan Keluarga Berencana (KB) di sejumlah Puskesmas, Rabu (22/7/2026).
Peninjauan dilakukan bersama Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga
Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Timur, Sunarto, sebagai
rangkaian awal peringatan Harganas yang tahun ini dipusatkan di Kabupaten Berau.
Kunjungan tersebut
bukan sekadar memastikan pelayanan kesehatan reproduksi berjalan optimal. Lebih
dari itu, pemerintah ingin memastikan masyarakat memperoleh akses pelayanan
keluarga berencana sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya membangun keluarga
yang sehat, harmonis, dan berkualitas.
Dalam kesempatan itu,
Sri Juniarsih menegaskan bahwa Hari Keluarga Nasional seharusnya tidak
dipandang hanya sebagai agenda seremonial tahunan. Menurutnya, Harganas menjadi
pengingat bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter,
pendidikan, hingga masa depan anak-anak.
"Keluarga adalah
sekolah pertama bagi anak. Hari Keluarga Nasional mengingatkan kita betapa
pentingnya sebuah keluarga. Di dalamnya, yang bertugas bukan hanya ibu saja,
tetapi seorang ayah juga memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan
kualitas pendidikan dan masa depan anak-anaknya," ujar Sri Juniarsih.
Ia menilai,
keberhasilan membangun sumber daya manusia tidak hanya bergantung pada dunia
pendidikan, tetapi juga berawal dari pola pengasuhan di dalam rumah. Karena
itu, keterlibatan ayah dan ibu harus berjalan seimbang agar anak tumbuh dalam
lingkungan yang penuh kasih sayang, perhatian, serta pendidikan karakter yang
kuat.
Sri Juniarsih
menjelaskan, rangkaian Harganas di Kabupaten Berau diawali dengan peninjauan
pelayanan kontrasepsi di sejumlah puskesmas dan akan dilanjutkan dengan
berbagai kegiatan edukasi, termasuk kunjungan ke sekolah menengah atas sebagai
bagian dari kampanye pembangunan keluarga dan peningkatan kualitas generasi
muda.
Menurutnya,
penunjukan Berau sebagai tuan rumah Harganas tingkat Provinsi Kalimantan Timur
merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah besar yang harus disukseskan
bersama.
"Berau dipercaya
menjadi tuan rumah Hari Keluarga Nasional tingkat Provinsi Kalimantan Timur.
Kami akan menyambut Bapak Gubernur bersama perwakilan 10 kabupaten dan kota
se-Kalimantan Timur untuk memperkuat komitmen membangun ketahanan keluarga,"
katanya.
Ia berharap, melalui
peringatan Harganas, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh
pemangku kepentingan semakin kuat dalam menghadapi berbagai tantangan keluarga
di era modern, mulai dari pengasuhan anak, pencegahan stunting, hingga
peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Sementara itu, Kepala
Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur, Sunarto, memberikan apresiasi atas
tingginya antusiasme masyarakat Berau dalam mengikuti pelayanan keluarga
berencana yang digelar di sejumlah fasilitas kesehatan.
Berdasarkan data
sementara, Puskesmas Tanjung Redeb mencatat sebanyak 20 akseptor mengikuti
pelayanan kontrasepsi, sedangkan di Puskesmas Bugis terdapat 15 calon akseptor
yang telah mendaftar.
Menurut Sunarto,
angka tersebut menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap
pentingnya perencanaan keluarga sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas
hidup keluarga.
"Di Puskesmas
Tanjung Redeb sudah terdaftar 20 akseptor, sedangkan di Puskesmas Bugis ada 15
calon akseptor. Ini menunjukkan partisipasi masyarakat Berau sangat luar biasa
dalam mengatur jarak kelahiran, bukan membatasi kelahiran," jelasnya.
Ia menegaskan,
program keluarga berencana saat ini tidak lagi dimaknai sebagai pembatasan
jumlah anak, melainkan upaya mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, serta
mampu memberikan pendidikan dan pengasuhan terbaik bagi setiap anak.
Sunarto juga
menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Berau atas kesiapan menjadi
tuan rumah Harganas tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Menurutnya, kepercayaan
tersebut mencerminkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mendukung
pembangunan kependudukan dan keluarga berencana secara berkelanjutan.
"Peringatan Harganas bukan hanya milik pemerintah atau BKKBN, tetapi menjadi gerakan bersama untuk membangun keluarga Indonesia yang lebih berkualitas. Berau telah menunjukkan komitmen itu, baik melalui pelayanan kepada masyarakat maupun kesiapan menjadi tuan rumah kegiatan tingkat provinsi," pungkasnya.
Dengan mengusung
semangat memperkuat ketahanan keluarga, Kabupaten Berau diharapkan tidak hanya
sukses menjadi penyelenggara Harganas tingkat Provinsi Kalimantan Timur 2026,
tetapi juga menjadi contoh daerah yang terus mendorong pembangunan keluarga
sebagai investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas,
berkarakter, dan berdaya saing. ( sep/FN)